Haji merupakan ibadah puncak dalam Islam. Setiap Muslim yang telah mampu, baik secara fisik, mental maupun finansial, pasti mendambakan kesempatan untuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Harapan terbesar dari setiap jamaah adalah semoga hajinya diterima sebagai haji mabrur, yaitu haji yang penuh berkah, diterima Allah, dan menjadi penghapus dosa-dosa yang lalu.
Selain mempersiapkan fisik, mental, dan biaya, ada satu bekal spiritual yang tidak boleh dilupakan, yaitu doa. Sejak dari rumah, sepanjang perjalanan, hingga kembali ke tanah air, doa menjadi pengiring setiap langkah. Doa mampu menguatkan niat, menenangkan hati, serta menjadi bentuk pengharapan agar ibadah yang dijalani diterima di sisi Allah.
Berikut adalah kumpulan doa penting yang dapat diamalkan oleh calon jamaah haji, mulai dari sebelum berangkat, saat melaksanakan manasik di Tanah Suci, hingga setelah kembali ke tanah air.
Doa Sebelum Berangkat Haji
Sebelum berangkat menuju Tanah Suci, jamaah dianjurkan membaca doa niat haji agar perjalanan dimudahkan dan ibadah diterima oleh Allah:
اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي الْحَجَّ وَأَعِنِّي عَلَيْهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي
Allâhumma yassir lî al-hajja wa a‘innî ‘alaihi wa taqabbalhu minnî.
Artinya: Ya Allah, mudahkanlah bagiku ibadah haji, bantulah aku melaksanakannya, dan terimalah dariku.
Selain itu, sebelum berangkat sangat dianjurkan untuk berpamitan kepada keluarga, tetangga, dan sahabat. Saling mendoakan dan meminta restu akan menjadi kekuatan spiritual yang luar biasa bagi jamaah dalam menjalani perjalanan suci ini.
Doa Saat Tiba di Tanah Suci
Perasaan haru biasanya menyelimuti jamaah ketika pertama kali menatap Ka’bah. Pada saat itu, dianjurkan membaca doa:
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا
Allâhumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta‘zhîman wa takrîman wa mahâbatan, wazid man syarrafahu wa karramahu mimman hajjahu awi‘ tamarahu tasyrîfan wa takrîman wa ta‘zhîman wa birran.
Artinya: Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan bagi rumah ini. Tambahkan pula kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan bagi orang yang berhaji atau berumrah kepadanya.
Doa di Padang Arafah
Hari Arafah merupakan puncak dari ibadah haji. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa terbaik adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah. Doa yang paling sering dibaca oleh Nabi di hari itu adalah:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lâ ilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr.
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Pada momen ini, jamaah dianjurkan memperbanyak istighfar, memohon ampunan, berdoa untuk keselamatan diri dan keluarga, serta mendoakan umat Islam seluruhnya.
Doa Memohon Haji Mabrur
Setelah menyelesaikan rangkaian manasik haji, jamaah dianjurkan berdoa memohon agar amal ibadahnya diterima dan mendapatkan haji yang mabrur:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجِّي مَبْرُوْرًا وَسَعْيِي مَشْكُوْرًا وَذَنْبِي مَغْفُوْرًا
Allâhummaj‘al hajjî mabrûran wa sa‘yî masykûran wa dzambî maghfûran.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah hajiku haji yang mabrur, sa’iku yang mendapat pahala, dan dosaku diampuni.
Doa untuk Orang yang Sedang Berangkat Haji
Bagi keluarga atau sahabat yang melepas keberangkatan jamaah haji, terdapat doa khusus yang bisa dibacakan:
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ
Astawdi‘ullâha dînak wa amânatak wa khawâtîma ‘amalik.
Artinya: Aku titipkan agamamu, amanahmu, dan akhir amal perbuatanmu kepada Allah.
Doa ini mencerminkan kasih sayang dan dukungan spiritual dari keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.
Doa Kembali dari Tanah Suci
Setelah kembali dari Tanah Suci, ujian sebenarnya baru dimulai. Kemabruran haji tidak berhenti di Makkah dan Madinah, melainkan harus terus dijaga sepanjang hidup. Karena itu, doa berikut sangat penting diamalkan:
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ وَطَاعَتِكَ
Allâhumma tsabbit qalbî ‘alâ dînik wa thâ‘atik.
Artinya: Ya Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan dalam ketaatan kepada-Mu.
Menjaga kemabruran berarti memperbaiki akhlak, memperbanyak ibadah, memperkuat sedekah, serta menjadi teladan kebaikan bagi lingkungan sekitar.
Penutup
Doa adalah ruh dalam ibadah haji. Dari doa niat berangkat hingga doa memohon haji mabrur, semuanya menjadi pengikat hati agar tetap ikhlas dan fokus kepada Allah. Doa menjadikan perjalanan haji bukan sekadar serangkaian ritual, melainkan perjalanan spiritual yang meninggalkan bekas dalam hidup jamaah.
Bagi Anda yang akan menunaikan ibadah haji, pastikan untuk mengikuti program Manasik Haji melalui lembaga resmi yang terpercaya. Salah satunya adalah KBIHU Multazam, yang telah berpengalaman membimbing jamaah haji secara menyeluruh dan sesuai syariat. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan hubungi KBIHU Multazam di wa.me/+6289510397337
Jangan lupa juga untuk memperdalam pemahaman Anda dengan membaca Panduan Manasik Haji Lengkap. Semoga Manasik Haji Anda membuahkan haji mabrur dan kembali dengan hati yang penuh berkah.
Referensi
- Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Multazam. Do’a Kuning. Yogyakarta: KBIHU Multazam.
- Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Multazam. Doa & Dzikir Manasik Haji dan Umrah. Yogyakarta: KBIHU Multazam.





