KABAR MULTAZAM: SILATURAHMI NASIONAL KBIHU 2025

SILATURAHMI NASIONAL KBIHU 2025

Jakarta, 19–20 Agustus 2025

 

KBIHU Multazam Ad-Dakwah turut hadir dalam agenda Silaturahmi Nasional KBIHU 2025 di Jakarta. Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, memperkokoh persatuan, dan menegaskan peran strategis KBIHU dalam mendampingi jemaah haji Indonesia.

Sejak embrio pendirian KBIH di tahun 1987 hingga terbentuknya kepengurusan DPP FK KBIH pertama kali di Bandung tahun 2005, KBIHU terus berkembang sebagai mitra strategis penyelenggaraan haji di tanah air. Data terkini menunjukkan jumlah KBIHU se-Indonesia telah mencapai 1.963 lembaga, dengan konsistensi dalam mengemban fungsi pembimbing sekaligus pembina jemaah haji.

Dalam kesempatan ini, KBIHU Multazam Ad-Dakwah memberikan dukungan penuh terhadap DPP FK KBIH baik di tingkat nasional maupun DIY, serta menyerukan pentingnya konsolidasi, sinergi, dan sertifikasi sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas layanan bimbingan haji.

KBIHU meyakini bahwa keberhasilan ibadah haji bukan hanya ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga kesiapan istithoah secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental, dan spiritual. Dengan semangat Haji Sehat, Haji Bugar, Haji Mabrur, KBIHU menempatkan diri sebagai “rumah tangga” pembinaan jemaah (80%), sementara regulasi dan tata kelola oleh PHU menjadi “sekolah formal” (20%) yang saling melengkapi.

 

Pandangan Para Narasumber Nasional

Sejumlah tokoh penting turut hadir dan memberikan pandangan strategis mengenai peran KBIHU ke depan:

  • Prof. Hilman Latif menegaskan bahwa keberadaan KBIHU sangat membantu penyelenggaraan haji. Dengan adanya perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi dalam dua tahun terakhir, khususnya terkait sistem syarikah, KBIHU terbukti menjadi pendamping utama jemaah hingga di Tanah Suci. Beliau juga menyoroti transisi dari Kementerian Agama ke Badan Pengelola Haji (BPH) yang telah menjadi komitmen pemerintah, sekaligus menekankan pentingnya hanya ada satu wadah FKKBIHU agar pengawasan dan pelayanan haji lebih efektif. Selain itu, beliau mengingatkan agar KBIHU lebih hati-hati dalam penggunaan kuota jemaah haji, agar tidak tersangkut masalah hukum akibat penyalahgunaan.

  • Dr. Puji Raharjo, Deputi Koordinasi Pelayanan Haji BPH, menegaskan bahwa pelayanan haji ke depan akan lebih baik, minimal setara dengan yang selama ini dilakukan Dirjen PHU. Ia menekankan bahwa KBIHU adalah mitra strategis yang akan selalu bersinergi dalam mendampingi jemaah, dan kontribusi KBIHU dalam penyelenggaraan haji tidak bisa diragukan.

  • Dr. Syafii, Wakil Menteri Agama RI, menyampaikan bahwa kualitas ibadah jemaah sangat ditentukan oleh bimbingan KBIHU. Kedisiplinan dan ketertiban jemaah selama di Arab Saudi juga tidak terlepas dari peran KBIHU yang membimbing dengan penuh tanggung jawab.

Dari keseluruhan penyampaian para narasumber, dapat disimpulkan bahwa meskipun pengelolaan haji kini beralih ke BPH, peran KBIHU tetap dibutuhkan dan tidak tergantikan. Kejadian kejadian yang melibatkan sebagian kecil KBIHU tidak mengurangi esensi penting lembaga ini dalam membimbing, mendidik, dan memastikan jemaah haji Indonesia meraih haji yang mabrur.

 

Penutup

Momentum Silaturahmi Nasional KBIHU 2025 diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat peran KBIHU dalam:

  • Membimbing dan membina jamaah haji,
  • Menjaga komitmen pelayanan yang lebih ikhlas dan lebih berkualitas,
  • Beradaptasi dengan transformasi layanan di Arab Saudi, dan
  • Menumbuhkan ekosistem pelayanan yang menekankan sukses spiritual, sukses peradaban, dan sukses keadaban.

Dengan semangat persatuan, keikhlasan, dan komitmen pelayanan, KBIHU siap melangkah bersama demi mewujudkan Haji Mabrur, Haji Beradab, dan Haji Bermartabat bagi seluruh umat Islam Indonesia.

 

KBIHU Multazam Ad-Dakwah

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait