Panduan Praktis Tawaf dari Nol: Syarat, Langkah, Doa Tiap Putaran, dan Kondisi Khusus

Tawaf adalah salah satu bagian paling krusial dari ibadah haji dan umrah. Supaya bisa menjalaninya dengan tenang dan khusyuk, penting untuk benar-benar memahami apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan sesudah tawaf.

Artikel ini disusun sebagai panduan praktis yang bisa dibaca siapa saja, bukan hanya yang sudah punya latar belakang ilmu agama yang dalam. Disajikan langkah demi langkah, termasuk catatan khusus bagi jamaah perempuan yang sedang haid.

Apa Itu Tawaf dan Mengapa Penting?

Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran, berlawanan arah jarum jam, dengan Ka’bah selalu berada di sebelah kiri. Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca pada setiap putaran tawaf. Jamaah dapat berzikir, membaca Al-Qur’an, atau berdoa dengan doa yang dipahami. Namun dalam praktik manasik sering digunakan kumpulan doa-doa yang dianjurkan untuk membantu jamaah beribadah dengan lebih terarah.

Tawaf termasuk dalam rukun haji dan umrah, artinya tidak bisa ditinggalkan atau diganti dengan denda. Kalau tawaf tidak dilaksanakan dengan benar, hajinya bisa tidak sah.

Syarat Sah Tawaf yang Wajib Dipenuhi

Sebelum mulai mengelilingi Ka’bah, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi:

  • Suci dari hadas besar dan hadas kecil. Ini artinya sudah berwudhu, dan bagi yang sedang junub wajib mandi terlebih dahulu.
  • Menutup aurat, seperti halnya dalam salat. Bedanya, saat tawaf kita masih boleh berbicara selama isinya baik.
  • Tawaf dimulai dan diakhiri tepat di garis sejajar Hajar Aswad.
  • Ka’bah harus selalu berada di sebelah kiri selama tawaf berlangsung.
  • Tidak boleh berjalan melalui dalam Hijir Ismail, karena area tersebut dianggap bagian dari Ka’bah.

 

Persiapan Sebelum Memulai Tawaf

Sesampainya di Masjidil Haram, ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu:

  1. Pastikan sudah berwudhu dengan sempurna. Kalau wudhu batal di tengah tawaf, harus berhenti, mengulang wudhu, lalu melanjutkan dari putaran yang terakhir diselesaikan.
  2. Kenakan pakaian ihram dengan benar. Bagi laki-laki, bagian tengah kain ihram diletakkan di bawah ketiak kanan, lalu kedua ujungnya disampirkan ke pundak kiri. Ini disebut idhtiba’. Pundak kanan dibiarkan terbuka. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud tentang kebiasaan Rasulullah SAW dan para sahabat saat tawaf.
  3. Perbarui niat tawaf dalam hati sebelum memulai langkah pertama.

 

Langkah demi Langkah Pelaksanaan Tawaf

Langkah 1: Memulai dari Hajar Aswad

Berdirilah menghadap Hajar Aswad di sudut timur Ka’bah. Jika memungkinkan tanpa menyakiti diri sendiri maupun jamaah lain. Bila kondisi padat, cukup berisyarat ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir. Jika terlalu padat, cukup sentuh dengan tangan lalu cium tangan, atau cukup lambaikan tangan ke arahnya sambil membaca takbir. Ini dilakukan di setiap awal putaran.

Langkah 2: Membaca Takbir dan Niat

Bacalah: Bismillahi wallaahu akbar. Niatkan dalam hati bahwa tawaf ini dilakukan semata karena Allah.

Langkah 3: Berjalan Mengelilingi Ka’bah

Untuk tawaf qudum (tawaf pertama saat tiba di Mekkah) dan tawaf umrah, tiga putaran pertama dilakukan dengan berlari-lari kecil (raml), empat putaran berikutnya berjalan biasa. Ini khusus bagi jamaah laki-laki. Jamaah perempuan cukup berjalan biasa di semua putaran.

Langkah 4: Lewati Rukun Yamani dengan Menyentuhnya

Di sudut keempat Ka’bah sebelum kembali ke Hajar Aswad, ada Rukun Yamani. Disunnahkan menyentuhnya dengan tangan kanan (tanpa mencium), lalu membaca doa: Rabbana aatina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzabannar. Jika tidak bisa menjangkau, lewati saja tanpa perlu berisyarat.

Langkah 5: Selesaikan Tujuh Putaran

Setiap putaran dihitung mulai dan berakhir di garis sejajar Hajar Aswad. Setelah tujuh putaran selesai, lakukan salat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, lalu minum air zamzam.

Catatan Penting:  Apabila wudhu batal di tengah tawaf, jamaah segera berwudhu kembali. Mengenai apakah melanjutkan putaran terakhir atau mengulang tawaf terdapat perbedaan pendapat ulama. Dalam praktiknya, jamaah dianjurkan mengikuti arahan pembimbing KBIHU yang mendampingi.

Doa di Setiap Putaran Tawaf

Tidak ada bacaan doa baku yang wajib dibaca selama tawaf. Jamaah bebas berdoa dalam bahasa apapun. Namun ada doa yang dianjurkan (mustahab) untuk tiap putaran. Berikut adalah ringkasan inti dari doa yang biasa diamalkan:

Putaran

Inti Doa

Putaran 1 Mohon ampunan, kesehatan, dan keselamatan di dunia serta akhirat.
Putaran 2 Mohon agar hati diteguhkan dalam iman dan dijauhkan dari kekufuran dan kemaksiatan.
Putaran 3 Mohon rahmat, surga, dan keselamatan dari siksa neraka.
Putaran 4 Mohon diampuni segala dosa dan diberi petunjuk ke jalan yang lurus.
Putaran 5 Mohon rezeki yang halal, dijauhkan dari dosa, dan diterima amal ibadahnya.
Putaran 6 Mohon keteguhan iman, taubat yang diterima, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Putaran 7 Mohon dihindarkan dari segala keburukan dan dikaruniakan kebaikan dunia akhirat serta wafat bersama orang-orang shalih.

 

Tips:  Kalau belum hafal semua doa di atas, tidak apa-apa. Yang terpenting adalah kehadiran hati. Bisa baca surat pendek, zikir, atau berdoa dalam bahasa Indonesia sesuai hajat masing-masing.

 

Bagaimana jika Jamaah Perempuan Sedang Haid?

Ini adalah pertanyaan yang sering muncul dan penting untuk dijawab dengan jelas. Perempuan yang sedang haid tidak diperbolehkan melakukan tawaf, karena salah satu syarat sah tawaf adalah suci dari hadas besar.

Lalu bagaimana solusinya?

  • Jika haid datang sebelum tawaf ifadhah (tawaf rukun haji), jamaah menunggu sampai suci. Setelah suci dan mandi wajib, baru tawaf dilaksanakan.
  • Jika haid datang sebelum tawaf wada’ (tawaf perpisahan saat akan pulang), mayoritas ulama memberikan keringanan. Menurut hadis yang diriwayatkan Bukhari dari Ibnu Abbas, perempuan yang haid dibebaskan dari kewajiban tawaf wada’. Artinya, ia boleh langsung pulang tanpa tawaf wada’.
  • Untuk sa’i (berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah), perempuan yang sedang haid tetap boleh melakukannya karena sa’i tidak disyaratkan suci.
  • Dalam kondisi tertentu yang sangat darurat, terdapat beberapa pendapat ulama yang memberikan solusi fiqih bagi jamaah perempuan yang mengalami haid dan terkendala jadwal kepulangan. Karena itu, jamaah dianjurkan berkonsultasi langsung dengan pembimbing ibadah sebelum mengambil keputusan.

 

Penting:  Kondisi setiap jamaah bisa berbeda. Jika ada keraguan terkait haid dan pelaksanaan tawaf, sebaiknya langsung tanyakan kepada pembimbing haji yang mendampingi rombongan.

 

Yang Dilakukan Setelah Tawaf Selesai

Setelah selesai tawaf, disunahkan melaksanakan salat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (atau di tempat lain dalam Masjidil Haram jika penuh), meminum air zamzam sambil berdoa, kemudian menuju Shafa untuk memulai sa’i apabila tawaf tersebut merupakan bagian dari umrah atau haji

Tawaf bukan sekadar ritual yang harus dituntaskan. Ini adalah momen langka di mana seseorang bisa benar-benar berdiri di hadapan rumah Allah, mengelilinginya dengan penuh harap. Semoga setiap langkah kaki dalam tawaf kita kelak menjadi saksi keimanan yang diterima Allah SWT.

Bagi Anda yang akan menunaikan ibadah haji, pastikan untuk mengikuti program Manasik Haji melalui lembaga resmi yang terpercaya. Salah satunya adalah KBIHU Multazam, yang telah berpengalaman membimbing jamaah haji secara menyeluruh dan sesuai syariat. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan hubungi KBIHU Multazam di wa.me/+6289510397337

Jangan lupa juga untuk memperdalam pemahaman Anda dengan membaca Panduan Manasik Haji Lengkap. Semoga Manasik Haji Anda membuahkan haji mabrur dan kembali dengan hati yang penuh berkah

 

Daftar Pustaka

  1. Tim Redaksi BPKH. (3 Oktober 2024). Tata Cara Melakukan Tawaf yang Benar sesuai Sunnah Nabi SAW. Badan Pengelola Keuangan Haji. Diakses dari https://bpkh.go.id/publikasi/siaran-pers/cara-melakukan-tawaf
  2. Tim Redaksi BPKH. (17 Oktober 2024). Bacaan Doa Tawaf Putaran 1 sampai 7 Lengkap. Badan Pengelola Keuangan Haji. Diakses dari https://bpkh.go.id/publikasi/siaran-pers/bacaan-doa-tawaf-putaran-1-sampai-7-lengkap
  3. Ilham. (5 Juli 2022). Tata Cara Pelaksanaan Tawaf Sesuai Sunah Rasulullah SAW. Muhammadiyah.or.id. Diakses dari https://muhammadiyah.or.id/2022/07/tata-cara-pelaksanaan-tawaf-sesuai-sunah-rasulullah-saw/
  4. Tuasikal, M. A. Tata Cara Pelaksanaan Umrah. Rumaysho.com. Diakses dari https://rumaysho.com/2654-tata-cara-pelaksanaan-umrah333.html
  5. Redaksi Bloomberg Technoz. Sedang Haid saat Haji? Ini Tata Cara Tawaf Hingga Sa’i. Bloomberg Technoz. Diakses dari https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/108661/sedang-haid-saat-haji-ini-tata-cara-tawaf-hingga-sai
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait