Wisuda Quran Sebagai Momentum Mencetak Generasi Pecinta Alquran

Oleh: Ust. Moh Khairudin

Di tengah munculnya kebijakan dari seorang kepala daerah yang melarang penyelenggaraan wisuda bagi lulusan sebelum tingkat sarjana dengan alasan efisiensi, masyarakat Jogja justru bersemarak mewisuda anak-anak mereka dalam wisuda Quran, mulai dari usia TK hingga SMA.

Pada hari Sabtu, 24 Mei 2025, penulis menyaksikan melalui beberapa grup WhatsApp bahwa setidaknya ada tujuh tempat secara bersamaan menyelenggarakan wisuda Quran. Mulai dari gedung bergengsi seperti Graha Saba Permana UGM, Convention Hall UIN Suka, hingga berbagai lokasi lainnya yang digunakan oleh Sekolah Islam dari tingkat TK sampai SMA.

Wisuda Quran merupakan prosesi penyematan tanda kelulusan anak-anak yang telah menyelesaikan beberapa tahapan pembelajaran Alquran. Salah satu metode yang digunakan adalah Metode Qiroati. Misalnya di TK Islam Terpadu Salman Alfarisi Yogyakarta, siswa kelas B (setara TK besar) diwisuda setelah menyelesaikan Qiroati jilid empat. Artinya, selama satu tahun mereka berhasil menyelesaikan empat jilid Qiroati yang dalam versi terbarunya memang hanya terdiri dari empat jilid.

Standar Kompetensi Lulusan TK IT Salman Alfarisi adalah lulus Qiroati jilid empat. Sungguh luar biasa, anak-anak yang bahkan belum genap berusia tujuh tahun sudah mampu membaca Alquran dengan benar.

Sebagai wujud kesyukuran, para orang tua yang tergabung dalam komite sekolah berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk menyelenggarakan wisuda bagi anak-anak mereka yang telah lulus Qiroati jilid empat.

Penulis sendiri merinding penuh takjub menyaksikan anak-anak berusia enam tahun dari TK IT Salman Alfarisi dan sekolah Islam lainnya sudah mampu membaca Alquran dengan lancar dan benar.

Penulis kemudian membandingkan dengan pengalaman pribadinya. Dulu, ia baru mulai membaca Alquran saat kelas lima SD, setelah menyelesaikan metode pembelajaran Baghdadi. Artinya, generasi saat ini mengalami percepatan sekitar lima tahun lebih awal dalam literasi Alquran dibandingkan generasi sebelumnya.

Sungguh luar biasa upaya sekolah-sekolah Islam masa kini dalam membentuk generasi pecinta Alquran. Sejak usia dini mereka sudah dikenalkan dan diajak mencintai Alquran demi terwujudnya cita dan asa sebagai generasi Qurani.

Sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW, orang tua yang berhasil menjadikan anaknya sebagai generasi Qurani kelak akan dipakaikan mahkota surga oleh anaknya. Pesan surgawi ini menjadi motivasi luar biasa bagi para orang tua. Bersama pihak sekolah, mereka menciptakan momentum yang penuh nilai dan semangat mencetak generasi Qurani melalui wisuda Quran.

Salah satu momen paling menggetarkan hati dalam prosesi ini adalah ketika ananda secara simbolis memakaikan mahkota kepada ibundanya. Di dunia saja sudah memakaikan mahkota dunia, semoga kelak memakaikan mahkota surga di akhirat. Semoga seluruh anak-anak yang diwisuda Quran hari ini akan terus tumbuh menjadi pecinta Alquran saat di SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, dan seterusnya sepanjang hidupnya sampai akhirnya diwisuda oleh Malaikat Izrail sebagai kelulusan dari Universitas Dunia Fana ini.

Merinding rasanya mendengar prosesi wisuda Quran anak-anak usia TK, dengan iringan lagu anak yang bercita-cita menjadi hafidz Quran 30 juz.

Semoga cita dan asa menjadikan anak-anak sebagai generasi Qurani benar-benar terwujud melalui momentum wisuda Quran sejak mereka lulus TK. Aamiin.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait