Hidup Antara B dan D: Pilihan, Rezeki, dan Amal yang Tak Terputus

Oleh: Moh Khairudin
Materi ini disarikan dari kuliah bersama KH. Safii Maskur pada Sekolah Orangtua Salman Alfarisi, Ahad, 25 Mei 2025, pukul 05.00 WIB.

Life is between birth and death.

Life between birth and death, between B and C. Between B and D is C. C is change and choice.
Hidup adalah peluang untuk berbuat yang terbaik dengan banyak pilihan sesuai yang menjadi minatnya.

Perintah Ibadah dan Kewajiban Mencari Nafkah

Setelah aqimus sholah, biasanya langsung dilanjutkan dengan yu’tuz zakat, wamimma rozaqna hum yunfiquun.
Perintah ibadah sholat dilanjutkan dengan perintah mengeluarkan zakat.
Berarti perintah mencari uang itu adalah wajib.

Harta yang baik itu cirinya dari mana harta didapatkan dan ke mana harta itu digunakan.

Mencari harta itu harus dengan cara yang halal, dan saat mencari harta tidak boleh melupakan Allah, yaitu tidak boleh melupakan sholat.

Penggunaan Harta yang Baik

Saat sudah mendapatkan harta, maka diarahkan yang baik:

  1. Untuk dirinya sendiri, seperti makan, pakaian, rumah.
  2. Untuk keluarga dan anaknya.

Secara fiqh, menafkahi istri dan anak adalah wajib bagi suami walaupun istri punya penghasilan.
Menafkahi istri untuk urusan keluarga, misal masak dan makan, dan juga untuk kebutuhan istri pribadi, misal perawatan istri.

Menafkahi anak yaitu untuk pendidikan anak dan biaya pendidikan anak (bulghah).
Mbah Maimun Zubair mengatakan bahwa membiayai anak itu ada pahalanya.
Jadi membiayai anak untuk pendidikan itu pahalanya tinggi.

Selanjutnya harta:
3. Untuk fuqara dan masakin.
4. Untuk kebaikan umat, seperti masjid, pesantren, membiayai program kebaikan yang lain.

Hidup untuk Masa Depan, Bukan Masa Lalu

Orang yang cerdas maka yang diperhatikan adalah live for future, not for yesterday.
Kelak manusia akan mati, maka saat hidup perlu mengoptimalkan waktu untuk mempersiapkan mati.

Saat manusia telah mati, maka akan terputus semua pahala amal baiknya, kecuali:

  1. Shodaqah jariyah,
  2. Ilmu yang bermanfaat,
  3. Anak yang sholih.

Tekad, Rintangan, dan Kebersamaan

Kalau tekad sudah kuat, maka jalan akan tampak.
Walaupun rintangan pasti ada. Orang nyinyir pasti ada. Kendala pasti dapat diselesaikan.
In tanshurullaha yanshurkum.
Jika kalian menolong Allah, niscaya Allah akan menolongmu.

Untuk bisa infak itu tidak perlu menunggu kaya.
Karena orang kaya pun sering tidak merasa kaya saat akan dibutuhkan.

Kalau kaum muslimin itu bersatu, maka akan mudah dan ringan.
Misal: satu hari infak Rp10.000 dari 100 jamaah → setiap hari dapat Rp1.000.000.
InsyaAllah dalam satu bulan dapat Rp30.000.000 dengan syarat ada kebersamaan.

Penutup: Makanan Ruhani dan Jasmani

Tausiyah adalah makanan ruhani, nasi adalah makanan jasmani.
Makanan tidak boleh berlebihan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait